Minggu, 27 April 2014

serba salah


Cinta itu kayak capuchino, enak diminum  pada saat panas.
Tapi resikonya cepet habis.. Kalo gak mau cepet habis, diminumnya pelan*..
Tapi resikonya keburu dingin..
Cinta emang buat kita serba salah.

Jumat, 18 April 2014

sakiit

dua bulan aku pacaran sama kamu..
dan selama 2 bulan aku mncoba buat ngertiin kamu, tapi aku tetep gak ngerti. aku gak ngerti sama sikap kamu yg overdramatis, sikap kamu yg slalu minta dingertiin, minta diperhatiin, minta dihargain, dan sikap kamu yg slalu minta dimanjain..
kamu tu slalu ngrasa bahwa dunia ini tu cuma milik kamu doankk...

aku emank pcr kamu, tapi aku masih punya kehidupan lain..
aku masih punya temen* aku, aku masih punya banyak kegiatan yg harus aku urusin, bukan cuma kamu doankk... kamu tu EGOIS..!!!!! 

Jumat, 11 April 2014

JANJI SUCI

Kala bintang tak memberi penerangan

Kala bulan telah hilang dalam kegelapan

Namun matahari kan datang

Membawa sejuta senyuman

   hatimu yang kelabu

   kan indah menjadi biru

   walau kadang membara, tapi itulah

   bumbu cinta yang membara...

Seraya azam telah terucap

kau dan aku kn bersatu

burung-burung dan langit

yang kan bersaksi

   demi langit dan bumi

   sepercik perseteruan

   antara insan yan berselisih

   habis oleh ruang dan waktu...

meski kini kau jauh dalam indra qhu

tapi kau tetap terukir dalam kalbu...


Kasiihh,,

Jangan tinggalkan aku, rindukan ku slalu..


Ya Rabb,

Lindungilah kami dalam ikatan suci

menjadi pasangan abadi tuk saling MELENGKAPI...

Rabu, 09 April 2014

Sejarah Kabupaten Sarolangun

SEJARAH KAB. SAROLANGUN

sejarah Sarolangun
Setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia dicetuskan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, kota Sarolangun yang pernah menjadi basis patrol Belanda menjadi bagian dari Kabupaten Jambi ilir (Timur) dengan pusat pemerintahannya berkedudukan di Jambi dengan Bupatinya pada masa itu adalah M. Kamil. Pada tahun 1950 sampai Jambi menjadi Propinsi tahun 1957, Sarolangun menjadi kewedanaan bersama kota-kota lainnya yaitu Bangko, Muaro Bungo, dan Muaro Tebo yang tergabung dalam Kabupaten Merangin dengan Ibukotanya semula berkedudukan di Jambi yang selanjutnya berpindah ke Sungai Emas Bangko. Sejak saat itu, Kota Sarolangun menjadi Kewedanaan selama kurang lebih 20 tahun. Selanjutnya dimulai dari tahun 1960 berdasarkan hasil sidang pleno DPRD Kabupaten Merangin dipecah menjadi dua Kebupaten, yaitu Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Bungo Tebo. Maka sejak saat itu kewedanaan Sarolangun secara resmi menjadi bagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko dengan ibukotanya Bangko. Melalui Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 secara yuridis formal Kabupaten Sarolangun resmi terbentuk.
 Selanjutnya diperkuat dengan Keputusan DPRD Propinsi Jambi Nomor : 2/DPRD/99 Tanggal 9 Juli 1999 Tentang Pemekaran Kabupaten di Propinsi Jambi menjadi 9 Kabupaten dan 1 Kota. Atas dasar kebijakan tersebut, maka pada tanggaln 12 Oktober 1999 Kabupaten Sarolangun resmi menjadi daerah otonom dengan Bupati Pertama 1999 - 2001 adalah H. Muhammad Madel(Care Taker)Kemudian berdasarkan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati melalui DPRD Kabupaten Sarolangun Tahun 2001 terpilih Bupati dan Wakil Bupati H. Muhammad Madel, dan H. Maryadi Syarif. Saat ini setelah dilaksanakannya pemilihan umum secara langsung pada bulan Juli 2006 yang merupakan pemilu lansung pertama bagi Kabupaten Sarolangun maka terpilihlah H. Hasan Basri Agus dan H. Cek Endra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun terpilih periode 2006 – 2011. Berdasarkan Hasil Pemilukada Tahun 2011 maka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2011 - 2016 adalah H. Cek Endra dan Pahrul Rozi.
Dalam rangka melengkapi kelembagaan pemerintahaan dan birokrasi publik dan sebagai Kabupaten Pemekaran, maka lembaga Legislatif Kabupaten Sarolangun DPRD pada awal berdirinya masih merupakan bagian dari DRPD Kabupaten  Sarolangun Bangko (Sarko). Pemisahan lembaga Legislatif Kabupaten Sarolangun dibentuk bersamaan dengan dasar Undang – Undang Nomor 54 Tahun 1999 dan selanjutnya disempurnakan kembali melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2000 dengan jumlah anggota DPRD sebanyak 25 orang.
Pada awal berdirinya Kabupaten Sarolangun terdiri dari 6 (enam) Kecamatan, 107 Desa, 4 Kelurahan dan 2 Desa Unit Pemukiman Transmigrasi dan saat ini tahun 2013 sudah menjadi 10 Kecamatan, 9 kelurahan, dan 149 Desa


SUMBER:
http://www.dedikerinci.blogspot.com/2014/02/sejarah-kab-sarolangun.html

Rabu, 02 April 2014

                                                                   WANITA

Wanita. . . .
adalah seorang yang paling istimewa
yang paling bisa mengasihi & menyayangi
yang mempunyai hati & kelembutan
bak sutra putih....
     Wanita. . . .
     terlihat lemah jika sedang menangis
     terlihat ceria padahal terluka
     bak tungku yang membara
     diluar dingin, didalam panas
Wanita. . . .
melakukan sesuatu dengan segenap keikhlasan
berjiwa tanggung jawab
tak mungkin rendah diri jika tak dilecehkan
     Wanita. . . .
     adalah surganya dunia
     tanpa wanita laki-laki hampa
     tanpa wanita tak ada bidadari surga
     tanpa wanita celakalah dunia

keep smile....:)

my fotho